Senin, 28 Oktober 2019

Teknologi Informasi dan Komunikasi: Pengertian, Fungsi, Jenis-jenis, dan Manfaat

Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi - Perkembangan Industri 4.0 menjadikan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi semakin populer di kalangan masyarakat.

Pasalnya, hampir semua industri khususnya yang bergerak di bidang ekonomi kreatif menggunakan teknologi sebagai sarana informasi dan komunikasi kepada seluruh pelanggannya.

Lantas, apa sebenarnya pengertian dari Teknologi Informasi dan Komunikasi?

Menurut Oxford English Dictionary, Teklonogi Informasi merupakan suatu hardware maupun software yang berkaitan dengan jaringan dan telekomunikasi.

Menurut Martin, Teknologi informasi tidak hanya yang berhubungan dengan hardware dan software yang berfungsi menyimpan dan memproses informasi semata, melainkan juga berkaitan dengan teknologi yang berfungsi dalam mengirim dan menyebarluaskan informasi.

Fungsi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi berfungsi sebagai:

1. Sebagai Alat Penyaji Materi
Memang, kita tidak dapat memungkiri dampak dan manfaat dari perkembangan teknologi. Dalam dunia pendidikan misalnya, kita dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat penyajian materi sehingga tampilan visualnya dapat jauh lebih menarik ketimbang jaman dulu yang kita buat secara manual.

Selain itu, informasi yang disajikan juga akan jauh lebih mudah diterima oleh peserta didik. Dengan syarat, visualisasi penyajiannya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Bagi seorang pengajar, alat semacam ini disebut dengan istilah media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran ini, waktu kita dalam menjelaskan materi menjadi lebih singkat.

2. Sebagai sarana distribusi materi
Ketika buku paket yang kita pesan ternyata tidak terlalu lengkap isi materinya, tidak ada cara lain selain memanfaatkan media internet sebagai sumber belajar.

3. Dapat dijadikan sebagai evaluasi / test
saat ini, sudah banyak sekali situs-situs yang menyediakan jasa bimbel online, tryout online, dan semacamnya yang dapat membantu kita mengembangkan dan mengevaluasi kegiatan belajar yang sudah dilakukan.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa penggunaan evaluasi dengan sistem online masih terdapat kekurangan. Salah satu contoh kekurangannya adalah siswa dikhawatirkan mencotek buku pada saat mengerjakan evaluasi online semacam ini.

Akan tetapi, bukan berarti test semacam ini tidak dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan dalam melakukan evaluasi.