Selasa, 26 November 2019

Pengertian Metode Pembelajaran Menurut Para Ahli

Pengertian Metode - Tujuan utama kegiatan pendidikan adalah memberikan kesempatan peserta didik untuk belajar dan meningkatkan kemampuan / potensi yang dimilikinya.

Seorang peserta didik tidak akan mungkin dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya apabila tidak ada pembimbing yang menemaninya pada saat belajar.

Mengapa setiap peserta didik membutuhkan seorang pembimbing? karena pembimbing akan menjadi layaknya jalan bagi seorang peserta didik untuk memperoleh kebenaran. Bila tidak ada pembimbing, dikhawatirkan, pada suatu saat terjadi masalah dalam berpikir, akan muncul masalah yang sering kita kenal dengan istilah miskonsepsi.

Pada kegiatan belajar, pembimbing / guru tentu memiliki cara tersendiri dalam memberikan pengajaran kepada setiap peserta didik. Karena setiap peserta didik memiliki masalah yang berbeda-beda.

Ada yang terkait dengan minat, motivasi, gaya belajar, dan kesulitan belajar lainnya yang dapat menghambat perkembangan peserta didik. Baik dari segi kognitif, afektif dan juga psikomotor.

Sehingga menjadi sangat penting kreatifitas yang dimiliki oleh seorang pendidik supaya kegiatan belajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal yang hendak dicapai bersama-sama.

Mengatasi permasalahan belajar setiap peserta didik memang tidaklah mudah. Butuh berbagai macam teknik maupun metode agar seorang guru dapat mengatasinya dalam waktu yang bersamaan. Karena sudah tentu seorang guru tidak akan sanggup mengatasi masalah peserta didik satu-persatu bila waktu yang diberikan hanya 2x45 menit dalam setiap pembelajaran.

Berbicara mengenai teknik dan metode dalam mengajar, tentu kita harus mengetahui apa itu metode.

Pengertian Metode Menurut Ahli

Hidayat (1990;60) kata metode berasal dari bahasa yunani, methodos yang berarti jalan atau cara. Jalan atau cara yang dimaksud disini adalah sebuah upaya atau usaha dalam meraih sesuatu yang diinginkan.

Sedangkan Max Siporin (1975) memiliki pendapat bahwa metode adalah sebuah orientasi aktifitas yang mengarah pada tujuan-tujuan dan tugas-tugas nyata.

Sejalan dengan itu, Hamid Darmadi (2010: 42) menyatakan bahwa untuk mencapai suatu tujuan (dalam hal ini adalah hasil belajar) diperlukan sebuah metode. Karena metode merupakan suatu jalan atau cara yang harus dilalui bila ingin tujuannya tercapai.

Dalam mencapai tujuan, maka seharusnya ada keteraturan dalam menempuh setiap jalan yang telah disiasati sebelumnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Sri Anitah dan Yetti Supriyati (2008: 4.3) “bahwa metode adalah suatu cara yang teratur atau yang telah dipikirkan secara mendalam untuk digunakan dalam mencapai sesuatu”. Dengan begitu, apabila kita telah menyusun di awal bagaimana skema kita dalam mengajar, maka apabila terdapat kendala ketika menerapkan, masih terdapat jalan lain atau planning cadangan supaya kegiatan belajar dapat tetap berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, alangkah baiknya bila kita merancang suatu metode mengajar yang dapat diterapkan ke dalam komunitas dengan berbagai macam masalah dalam belajar. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Hebert Bisno (1968) yang beranggapan bahwa teknik-teknik yang digeneralisasikan dengan baik agar dapat diterima atau dapat diterapkan secara sama dalam sebuah praktek, atau bidang disiplin dan praktek.

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa metode merupakan suatu cara yang terstruktur dan sistematis
dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa.

Penerapan atau pemilihan metode sebaiknya dapat digunakan oleh semua guru untuk mengatasi berbagai macam kesulitan belajar. Sehingga dengan metode tersebut, jalan menuju keberhasilan belajar dapat tercapai.

Begitu pentingnya peranan metode bagi keberhasilan belajar membuat seorang pengajar dituntut untuk memiliki wawasan yang lebih mengenai teknik-teknik mengajar.

Sangat pentingnya penggunaan metode dalam pembelajaran membuat pengajar haruslah pintar-pintar dalam menentukan metode manakah yang sesuai dengan kondisi kelas yang sedang dia ajar. Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2010: 72) menyebutkan bahwa “kedudukan metode adalah sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran dan juga sebagai alat untuk mencapai tujuan”. Penggunaan metode dalam suatu pembelajaran merupakan salah satu cara untuk mencapai sebuah keberhasilan dalam pembelajaran. Semakin pandai seorang pengajar menentukan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran, maka keberhasilan yang diperoleh dalam mengajar semakin besar pula. Dari sini kita dapat mengetahui seberapa pentingnya suatu metode dalam proses belajar-mengajar dan dalam mencapai sebuah keberhasilan dari proses belajar-mengajar. Pupuh F dan M. Sobry S (2010: 55) berpendapat “makin tepat metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar, diharapkan makin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran”. Jadi, kesalahan dalam menentukan metode mengajar, juga akan berakibat pada menurunnya hasil belajar siswa.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan metode dalam mengajar sperti yang dikemukakan oleh Winarno Surakhmad dalam Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2010: 46) diantaranya :

1)    Tujuan yang berbagai-bagai jenis dan fungsinya

2)    Anak didik yang berbagai-bagai tingkat kematangannya

3)    Situasi yang berbagai-bagai keadaannya

4)    Fasilitas yang berbagai-bagai kualitas dan kuantitasnya

5)    Pribadi guru serta kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda.



Pupuh F dan M. Sobry S (2010: 60) juga memberikan arahan dalam menentukan sebuah metode yang akan dipergunakan dalam proses belajar mengajar, diantaranya adalah sebagai berikut :

1)    Tujuan yang hendak dicapai

2)    Materi pelajaran

3)    Peserta didik

4)    Situasi

5)    Fasilitas

6)    Guru