bilangan bulat

Bilangan Bulat

Bilangan Bulat – Untuk mengukur panjang, alat ukur yang digunakan adalah mistar. Pada mista, kita akan melihat deret angka untuk menentukan panjang suatu benda yang kita ukur. Satuan terkecil pada mistar yang sering kita gunakan adalah mm dan cm. Disebut apakah angka-angka yang tertera pada mistar tersebut?

Yup, betul, jawabannya adalah bilangan bulat.

Bilangan Bulat dan Lambangnya

Himpunan Bilangan Bulat Asli dan Himpunan Bilangan Cacah

Himpunan bilangan asli yaitu: {1,2,3,4, …}, sedangkan himpunan bilangan cacah yaitu: {0,1,2,3,4, …}. 

Jika kita melakukan operasi matermatika pada bilangan tersebut (asli dan cacah) misalnya pengurangan, atau penjumlahan, maka hasilnya tidak selalu bilangan cacah maupun bilangan asli.

Misalnya, kita melakukan pengurangan 3-2 adalah 1 akan tetapi hasil dari 2-3 bukan merupakan bilangan cacah maupun bilangan asli. Selanjutnya, hasil dari 2-3 ditulis -1. Oleh karena itu, pada artikel ini, kita akan membahas mengenai himpunan bilangan yang lebih luas, yaitu himpunan bilangan bulat.

Arti Bilangan Bulat

Seperti kalimat pembuka di atas, kita sudah sedikit menyinggung mengenai angka yang ada pada mistar. Kali ini kita coba ambil contoh lain misalnya pada pengukuran suhu badan. 

Ketika hendak mengukur suhu badan, alat yang sering kita gunakan bernama Thermometer. 

Pada tekanan 1 atm, air akan mendidih pada suhu 100 derajat celcius dan akan membeku ketika suhunya 0 derajat celcius. Air yang sudah menjadi es, terkadang memiliki suhu di bawah 0 derajat celcius, misalnya -15 derajat celcius. artinya, air tersebut memiliki suhu 15 derajat celcius dibawah nol

Dari uraian singkat di atas, angka 0, 10, 20, sampai 100 disebut dengan bilangan bulat positif sedangkan bilangan -10, -15, sampai -100 disebut  bilangan bulat negatif.

Penjumlahan Bilangan Bulat

Pada bilangan cacah, berlaku sifat-sifat penjumlahan sebagai berikut:

Komutatif, artinya untuk a, b anggota himpunan C maka a + b = b + a dan a x b = b x a

Asosiatif, artinya untuk a, b anggota himpunan C maka (a + b) + c = a + (b + c) dan (a x b) x c = a x (b x c)

Bilangan Bulat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *